Saturday, March 10, 2012

Tentang Kata Hati


Pernahkah kalian berada di persimpangan, dimana jalan lurus sama besarnya dengan jalan ke kiri dan kanan? dimana jalan ke kanan sama terang dengan jalan ke kiri? dan jalan lurus kelihatan sama baiknya dengan jalan mundur ke belakang?

Atau..berada dalam kebimbangan ketika mempertimbangkan sebuah keputusan? bingung menghadapi reaksi orang dari perbuatan kalian? benar atau tidaknya perbuatan tersebut?

Nah, satu hal yang bisa dipegang.
kebenaran itu tidak pernah mutlak.

dunia tidak mungkin hitam sepenuhnya, atau sepenuhnya putih.

Dunia ini penuh dengan ketidakpastian. Ketidakpastian itu, banyak dipenuhi oleh persepsi/pandangan yang bisa mengaburkan kebenaran itu sendiri. Persepsi orang bisa jadi berbeda, tergantung sedalam apa dia mengetahui peristiwa tersebut.

Seringkali kita mempertimbangkan baik/buruknya sebuah tindakan karena pandangan orang lain. "Apa kata orang jika saya melakukan......bla bla bla." Padahal orang belum tentu mengetahui permasalahan sebenarnya. Informasi yang dia ketahui terbatas, tapi berani berkomentar (klise hahaha).

Lalu, jika berada dalam kondisi-kondisi seperti di atas, apa yang sebaiknya dilakukan?
Siapa yang dapat dipercaya? Kepada siapa kita bisa bergantung?
diri sendiri.

Sesungguhnya orang yang paling dapat dipercaya di dunia ini adalah diri sendiri. Karena dialah yang paling mengeri keadaan yang kita hadapi sekarang. Dialah yang paling tahu kedalaman masalah yang sedang kita hadapi. Sebenarnya kita punya pemberi saran yang ampuh : kata hati. Ia bisa datang kapan saja, tidak bisa ditebak, dan bisa jadi sangat berlawanan dengan apa yang kita pikir baik.

Mereka yang terlalu banyak mendengarkan kata-kata orang lain, biasanya tidak pernah mendengarkan kata hatinya sendiri. Jika ini diteruskan, dia tidak akan kenal pada dirinya sendiri.

Kata hati, bisa jadi salah. Tetapi ada satu keunggulan darinya: kita akan merasa lega, karena sudah mengikutinya (entah dianggap salah/benar tindakan kita).

Mengutip karya Susanna Tamaro: "Pergilah ke mana hatimu membawa- Va` Dove Ti Porta Il Cuore" : Dan kelak. di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus kau ambil, janganlah memilih dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatianmu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkan hatimu.Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah,dan pergilah ke mana hati membawamu...

Kata Confucius :
"Wherever you go, go with all your heart."

Jadi.....jangan pernah takut terhadap persepsi orang, karena sesungguhnya kebenaran tidak pernah mutlak, dan diri kita sendiri-lah yang paling tahu tentang apa yang ada di hadapan kita :D

Selamat mengenali diri sendiri, selamat berjalan dengan kata hatimu ! :)

Depok, 20 Oktober 2011 | 12.44

No comments:

Post a Comment